Sourcing vs Purchasing

By May 22, 2018 Article, Business, Management

Pengadaan secara tradisional (purchasing) biasanya dilakukan dengan cara menetapkan apa yang akan dibeli lalu mencari penyedia yang dapat mensuplai barang/jasa dengan harga terendah. Kini berkembang cara inovatif dalam pengadaan yang dapat menciptakan nilai tambah. Caranya organisasi pembeli proaktif mencari ruang kolaborasi jangka panjang yang lebih efektif dengan penyedianya yang terbukti andal. Teknik ini sering dikenal dengan istilah strategic sourcing yang tujuan utamanya meningkatkan pola transaksi pembelian menjadi kegiatan yang lebih strategis.

Perbedaan utama dengan purchasing terletak pada upaya organisasi pembeli membangun hubungan saling menguntungkan jangka panjang melalui kemitraan dengan penyedia. Hasilnya mengoptimalkan kemampuan pembeli dan penjual agar kemitraan jangka panjang menciptakan efisiensi dan nilai tambah bagi semua pihak.

7 Perbedaan

  1. Jangka waktu biaya kepemilikan. Dari aspek biaya, strategic sourcing fokus tidak hanya pada biaya jangka pendek tetapi juga biaya jangka panjang (total cost of ownership).
  2. Kuantitas versus Kuantitas. Pengadaan tradisional hanya mencari diskon dari volume pengadaan yang besar. Sementara strategic sourcing berupaya meningkatkan kualitas barang/jasa dengan biaya yang seoptimal mungkin.
  3. Alternatif Pilihan Penyedia. Strategic sourcing biasanya mencoba mencari alternatif penyedia baru secara global sementara pengadaan tradisional hanya mengandalkan penyedia yang sudah dikenal.
  4. Mencari Penawaran Terbaik. Prosedur dalam pengadaan tradisional hanya menetapkan apa yang ingin dibeli dan mencari penyedia terbaik, sementara strategic sourcing secara aktif mencari penawaran terbaik dari aspek biaya dan kualitas.
  5. Jangka waktu Kemitraan dengan Penyedia. Pengadaan tradisional hanya mengandalkan tertib administrasi dan ketrampilan negosiasi harga, sementara strategic sourcing memerlukan ketrampilan dalam membangun kolaborasi untuk mendapatkan kemitraan yang bersifat jangka panjang.
  6. Rules-driven vs Mission-driven. Pengadaan tradisional hanya fokus pada menjalankan prosedur dengan baik (doing the things right), sementara strategic sourcing akan selalu mencari cara yang lebih baik untuk hasil yang maksimal (doing the right things).
  7. Pencegahan vs Pengobatan. Pengadaan tradisional akan melakukan perbaikan jika ada kesalahan, sementara strategic sourcing akan secara aktif menghindari terjadinya kesalahan.

Potensi Penerapan

Saat kita menyadari bahwa peran pengadaan barang/jasa sangat besar terhadap keberhasilan tujuan organisasi kita, sudah saatnya kita memikirkan potensi penerapan metode-metode pengagaan yang inovatif untuk meningkatkan nilai tambah melalui fungsi pengadaan apalagi di organisasi pembeli yang cukup besar.

Selamat mencoba.

 

Dibuat: Selasa, 12 September 2017

Ditulis oleh Sonny Sumarsono, PMP

image courtesy of expoquimia

 

 

 

3 Comments

Leave a Reply